Kamis, 26 April 2012

Administrasi Pendidikan



FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB KEPALA SEKOLAH SEBAGAI ADMINISTRATOR DAN SUPERVISOR PENDIDIKAN

MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah: Administrasi Pendidikan










Disusun Oleh: Iin Khoirunnisa (………..)
Imam Jamarudin (………)
Ma’ruf Saeful Anwar (58410286)
Nurul Hidayatul Ummah (58410362)





INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NUR JATI
CIREBON
2010










BAB I
PENDAHULUAN
Kepala sekolah memegang peranan penting dalam perkembangan sekolah. Oleh karena itu ia harus memiliki jiwa kepemimpinan untuk mengatur para guru, pegawai tata usaha dan pegawai sekolah lainnya. Dalam hal ini, kepala sekolah tidak hanya mengatur para guru saja, melainkan juga ke tata usahaan sekolah, siswa, hubungan sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat.
Tercapai tidaknya tujuan sekolah sepenuhnya bergantung pada kebijaksanaan yang diterapkan kepala sekolah terhadap seluruh personal sekolah. Kepala sekolah sebagai supervise bertugas melakukan pengawasan terhadap guru-guru dan pegawai sekolahnya. Supervisi di lakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, sedangkan kepala sekolah sebagai administrator ia harus mampu menguasai tugas-tugasnya dan melaksanakan tugas dengan baik. Dalam melaksanakan fungsinya sebagai pemimpin organisasi pendidikan di sekolah, kepala sekolah harus memiliki berbagai persyaratan tertentu agar ia dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Mengingat pentingnya peranan dan fungsi kepala sekolah itu, maka di dalam makalah ini akan di jelaskan khusus tentang kepala sekolah, fungsinya sebagai supervisor dan administrator.












BAB II
PEMBAHASAN
I.                   Syarat-syarat Seorang Kepala Sekolah
Untuk menjalankan tugas sebagai kepala sekolah yang baik diperlukan seseorang yang memiliki syarat-syarat tertentu. Di samping syarat ijazah (yang merupakan syarat formal) juga pengalaman kerja dan kepribadian yang baik perlu diperhatikan. Dalam peraturan yang berlaku di Departemen P dan K, untuk setiap tingkatan dan jenis ekolah sudah ditetapkan syarat-syarat yang diperlukan untuk pengangkatan seorang kepala sekolah. Seorang kepala sekolah juga harus berjiwa nasional dan memiliki filsafat hidup yang sesuai dengan filsafat dan dasar negara kita.
Syarat seorang kepala sekolah ialah:
a.       Memiliki ijazah yang sesuai dengan ketentuan/peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
b.      Mempunyai pengalaman kerja yang sangat cukup, terutama di sekolah yang sejenis dengan sekolah yang dipimpinnya.
c.       Memiliki kepribadian yang baik, terutama sikap dan sifat-sifat kepribadian yang diperlukan bagi kepentingan pendidikan.
d.      Mempunyai keahlian dan berpengetahuan luas, terutama mengenai bidang-bidang pengetahuan dan pekerjaan yang diperlukan bagi sekolah yang dipimpinnya.
e.       Mempunyai ide dan inisiatif yang baik untuk kemajuan dan pengembangan sekolah.





II.                Kepala Sekolah sebagai Supervisor

A.    Pengertian Supervisi
Menurut Mc. Neney supervise adalah prosuder member I arah serta mengadakan penilaian secara kritis terhadap proses pengajaran. Supervisi adalah aktifitas menentukan kondisi/syarat-syrat yang essensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Melihat definisi tersebut maka tugas kepala sekolah sebagai supervisor berarti bahwa dia hendaknya pandai meneliti dan menemukan syarat-syarat mana sajakah yang diperlukan bagi kemajuan sekolhnya sehingga tujuan-tujuan pendidikan di sekolah tersebut semaksimal mungkin dapat tercapai.Ia harus dapat menentukan syarat-syarat mana yang telah ada dan mencukupi yang perlu diusahakan dan dipenuhi. Contoh-contoh pertanyaan berikut kiranya dapat memberikan gambaran kepada kita bahwa betapa banyak syarat yang perlu diteliti dan diusahakan perbaikannya oleh setiap sekolah sebagia supervisor, diantaranya adalah:
-          Bagaimana keadaan gedung sekolah? Sudah baik dan memenuhi syarat atau sudah rusak? Adakah kemungkinan untuk memperbaikinya?
-          Apakah perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran cukup dan memenuhi syarat-syarat?
-          Bagaimana semangat kerja guru-guru dan pegawai sekolah? Bagaimana cara mengajar guru-guru? Sesuai dengan kurikulum yang berlaku tidak?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas menunjukkan betapa banyak dan berat tugas serta tanggung jawab kepala sekolah jika ia benar-benar hendak menjalankan tugas dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya.
Dari uraian di atas kita ketahui, betapa banyak dan besarnya tanggung jawab kepala sekolah sebagai supervisor. Oleh karena itu untuk menjalankan tindakan-tindakan supervise sebaik-baiknya kepala sekolah hendaklah memperhatikan prinsip-prinsip berikut :
1. Supervisi hendaknya bersifat konstruktif dan kreatif.
2. Supervisi harus didasarkan atas keadaan dan kenyataan yang sebenar-benarnya.
3.  Supervisi harus sederhana dan informal dalam pelaksanaannya.
4.  Supervisi harus dapat memberikan perasaan aman pada guru-guru dan pegawai-pegawai sekolah yang disupervisi.
5. Supervisi harus didasarkan atas hubungan professional, bukan atas dasar hubungan pribadi.
6. Supervisi harus selalu memperhitungkan kesanggupan, sikap, dan mungkin prasangka guru-guru dan pegawai seolah.
7. Supervisi tidak bersifat mendesak (otoriter) karena dapat menimbulkan perasaan gelisah atau bahkan antipasti dari guru-guru.
8. Supervisi tidak boleh didasarkan atas kekuasaan pangkat, kedudukan atau kekuasaan pribadi.
9. Supervisi tidak boleh bersifat mencari-cari kesalahan dan kekurangan.
10. Supervisi tidak dapat terlalu cepat mengharapkan hasil dan tidak boleh lekas merasa kecewa.
11. Supervisi hendaknya juga bersifat preventif, korektif, dan kooperatif.
Ada beberapa factor yang mempengaruhi berhasil tidaknya supervise atau cepat lambatnya supervise itu, antara lain adalah:
-          Lingkungan masyarakat tempat sekolah itu berada.
-          Besar kecilnya sekolah yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah.
-          Tingkatan dan jenis sekolah.
-          Keadaan guru-guru dan pegawai yang tersedia.
-          Kecakapan dan keahlian kepala sekolah itu sendiri.




B.     Peranan Kepala Sekolah sebagai Supervisor
Sasaran utama dalam kepemimpinan pendidikan adalah mengenai: “bagaimana seorang guru di bawah kepemimpinannya dapat mengajar anak didiknya dengan baik, di sini dalam usahanya meningkatkan mutu pengajaran yaitu dengan melaksanakan supervise pendidikan.
Dalam bidang supervise kepala sekolah mempunyai tugas dan tanggungjawab memajukan pengajaran dengan melalui peningkatan profesi guru secara terus menerus. Maka kepala sekolah memegang peranan penting dalam:
1.      Membimbing guru agar dapat memahami lebih jelas masalah atau persoalan-persoalan dan kebutuhan murid serta membantu guru dalam mengatasi suatu persoalan.
2.      Membantu guru dalam mengatasi kesukaran dalam mengajar.
3.      Memberi bimbingan yang bijaksana terhadap guru baru dengan orientasi.
4.      Membantu guru memperoleh kecakapan mengajar yang lebih baik dengan menggunakan berbagai metode mengajar yang sesuai dengan sifat materinya.
5.      Membantu guru memperkaya pengalaman belajar, sehingga suasana pengajaran bisa menggembirakan anak didik.
6.      Membantu guru mengerti makna dari alat-alat pelayanan.
7.      Membina moral kelompok, menumbuhkan moral yang tinggi dalam pelaksanaan tugas sekolah pada seluruh staf.
8.      Memberi pelayanan kepada guru agar dapat menggunakan seluruh kemampuannya dalam pelaksanaan tugas.
9.      Memberikan pimpinan yang efektif dan demokrasi.


III.             Kepala Sekolah sebagai Administrator
Dalam menjalankan fungsinya sebagai administrator, kepala sekolah harus mampu menguasai tugas-tugasnya dan melaksanakan tugasnya dengan baik. Ia bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan sekolah, mengatur belajar mengajar, mengatur hal-hal yang menyangkut kesiswaan, personalia, sarana prasarana yang dibutuhkan dalam pelajaran, ketatausahaan, keuangan serta mengatur hubungan dengan masyarakat.
Kepala sekolah harus kreatif dan mampu memiliki ide-ide dan inisiatif yang menunjang perkembangan sekolah. Ide kreatifnya dapat digunakan untuk membuat perencanaan, menyusun organisasi sekolah, memberikan pengarahan dan mengatur pembagian kerja, mengelola kepegawaian yang ada di lingkungan sekolah agar keseluruhan proses administrasi dalam sekolah yang dipimpinnya dapat berjalan dengan lancar dan mampu menca[ai tujuan yang diharapkan. Dalam hal ini kepala sekolah melibatkan para guru, petugas administrasi, bagian lainnya ataupun pemerintahan setempat agar rencana yang telah disusun dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan dijelaskan penjabaran secara ringkas dari berbagai tugas yamg harus dilakukan kepala sekolah.
a.      Membuat Perencanaan
Dalam berbagai kegiatan administrasi, membuat perencanaan mutlak diperlukan. Perencanaan yang akan ditentukan oleh kepala sekolah bergantung pada berbagai factor, diantaranya banyaknya sumber daya manusia yang ada, banyaknya dana yang tersedia, dan jangka waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan rencana tersebut.
Perencanaan yang perlu diperlukan oleh kepala sekolah diantaranya adalah menyusun program tahunan sekolah, yang mencakup program pengajaran, kesisiwaan, kepegawaian, keuangan, dan penyediaan fasilitas-fasilitas yang diperlukan. Perencanaan ini selanjutnya dituangkan dalam rencana tahunan sekolah yang dijabarkan dalam dua program semester
b.      Kepala Sekolah bertugas Menyusun Struktur Organisasi Sekolah
Organisasi memainkan peranan penting dalam fungsi administrasi karena merupakan tempat pelaksanaan semua kegiatan administrasi. Selain itu dilihat dari fungsinya organisasi juga menetapkan dan menyusun hubungan kerja seluruh anggota organisasi agar tidak terjadi tumpang tindih dalam melakukan tugasnya masing-masung. Karena itu organisasi perlu disusun secara sistematis agar kegiatan administrasi dapat berjalan dengan lancar.
Penyusunan organisasi merupakan tanggung jawab kwpala sekolah sebagai administrator pendidikan. Selain menyusun struktur organisasi, kepala sekolah juga bertugas untuk mendelegasikan tugas-tugas dan wewenang kepada setiap anggota administrasi sekolah sesuai dengan stuktur irganisasi yang ada.
c.       Kepala Sekolah sebagai Koordinator dalam Organisasi Sekolah
Betapapun baiknya stuktur organisasi yang telah disusun dan jelasnya pembagian tugas di dalamnya, bila tidak di koordinisasikan maka tujuan yang diharapkan tidak akan tercapai. Terjadinya tumpang tindih antara pekerjaan satu anggota dengan anggota yang lain disebabkan oleh masing-masing bagian berusaha untuk saling menunjukkan kekuasaan dan kelebihannya masing-masing.
Pengoordinasian merupakan kegiatan menghubungkan seluruh personal organisasi dengan tugas yang dilakukannya sehingga terjalin kesatuan, keselarasan sehingga menghasilkan kebijaksanaan dan keputusan yang tepat. Tindakan pengoordinasian ini meliputi pengawasan, pemberian nilai, pengarahan dan bimbingan terhadap setiap personal organisasi. Dalam melakukan pengoordinasian sebaiknya kepala sekolah melibatkan pihak lain seperti guru yang menangani pengaturan kurikulum, petugas tata usaha, dengan kata lain dalam hal ini diperlukan kerja sama dari berbagai bagian dalam organisasi agar pengoordinasian yang dilakukan dapat menyelesaikan semua hambatan dan halangan yang ada.
d.      Kepala Sekolah Mengatur Kepegawaiaan dalam Organisasi Sekolah
     Kepala sekolah memiliki wewenang untuk mengangkat pegawai, mempromosikannya, menempatkan atau menerima pegawai baru baik guru, pegawai tata usaha ataupun pembimbing ekstrakurikuler. Dalam melakukan semua wewenang tersebut, kepala sekolahnya hendaknya bekerja sama dengan para stafnya. Pengelolaan kepegawaian ini akan berjalan dengan baik bila kepala sekolah memperhatikan kesinambungan antara pemberian tugas dengan kondisi dan kemampuan pelaksanaannya.
Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah dalam mengelola pegawainya diantaranya adalah mengadakan diskusi, membentuk koperasi, memberikan bantuan dan kesempatan seluas-luasnya kepada para pegawainya untuk meningkatkan kemampuan mereka dan sebagainya. Selain itu kepala sekolah juga harus bijaksana dalam menghadapi para pegawainya, mendengar keluhan-keluhan mereka, mencarikan jalan keluar bagi hambatan-hambatan yang dirasakan oleh mereka dalam melaksanakan tugasnya serta melibatkan mereka dalam kegiatan yang berhubungan dengan sekolah baik lingkungan intern maupun lingkungan ekstern.












BAB III
KESIMPULAN
Sebagai administrator pendidikan kepala sekolah mempunyai tugas dan tanggung jawab melaksanakan fungsi-fungsi administrasi yang diterapkan ke dalam kegiatan-kegiatan sekolah yang dipimpinnya, seperti membuat rencana program tahunan, menyusun organisasi sekolah, melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Sedangkan sebagai supervisor kepala sekolah berfungsi sebagai pembangkit semangat dan kerja sama guru-guru, pemenuhan alat-alat perlengkapan sekolah demi kelancaran pengajaran, pengembangan dan pembinaan pengetahuan serta keterampilan guru-guru dan kerja sama antar sekolah dan masyarakat yang semuanya ditunjukkan untuk memepertinggi mutu pendidikan dan pengajaran siswa.













Daftar Pustaka
HM, Daryanto. Administrasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2008

Hendiyat Soetopo dan Wasity Soemanto. Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan. Cetakan pertama. Jakarta: Bina Aksara, 1984
M., Ngalim Purwanto. Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar